Wednesday, September 4, 2013

Mengapa Orang Yahudi Lebih Pintar dan Unggul

Silahkan sebutkan beberapa tokoh terkenal dan berpengaruh yang Anda kenal, bisa jadi salah satunya adalah orang keturunan Yahudi. Albert Einstain, Mark Zukenberg, Lionel Messi, Isaac Newton, . Mungkin nama-nama tersebut hanyalah sebagian dari beberapa tokoh yang berhasil memberikan ‘warna’ bagi dunia, yang mana mereka berasal dari keturunan Yahudi.

Menurut Dr. Stephen Carr Leon, seorang peneliti pernah menulis dalam tesisnya tentang mengapa orang yahudi lebih cerdas. Apakah benar bahwa hal itu karena satu alasan bahwa hal tersebut telah digariskan oleh Allah SWT, sebagai sebuah kebetulan, atau memang suatu hal yang mereka dapatkan karena hasil dari usaha keras mereka menjaga keturunan mereka agar memiliki keunggulan. Dalam penelitiannya, ternyata keunggulan yang dimiliki oleh orang-orang yahudi sangat menjaga anak-anak mereka, bahkan sejak anak-anak yahudi tersebut masih di dalam kandungan. Mereka (ibu-ibu hamil yahudi) menjaga serta memberikan yang terbaik untuk anak yang dikandungnya tersebut. 

 Ini nih cara mereka:
Sejak masa kehamilan, ibu-ibu hamil dari keturunan yahudi biasa menjaga kehamilan mereka dengan menjaga makanan yang mereka makan, mendengarkan musik klasik, serta mengerjakan soal matematika. Makanan yang mereka konsumsi untuk memberikan gizi yang lebih kepada anak-anak yang dikandungnya adalah kacang badam. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan. Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak tetapi kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan. 


So, merawat bayi sejak masa kehamilan itu penting. Bukan cuma untuk si calon ibu tetapi juga untuk si anak.  Baik ibu dari negara A, B, C atau dari agama lain selain yahudi pun, punya harapan yang sama untuk memiliki anak-anak yang luar biasa. Tentunya dalam Islam, harapan itu tak cukup hanya sampai usaha duniawi saja, melainkan mendoakan sang anak agar menjadi orang 'besar' pun tentu harus dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan ikhtiar ^^

I wanna be a great mommm :D

Tuesday, July 2, 2013

Takoyaki Home Made by Adesta


Bahan-bahan:

175gr    Tepung Terigu
1sdt       Garam
1sdt       Baking Powder
2butir    Kuning Telur
1butir    telur (putih dan kuning telur)
350ml   air kaldu ayam (*atau bisa juga pakai air + kaldu bubuk yang dijual diwarung-warung)
ikan cakalang kering
minyak goreng
saus tomat dan mayonize

untuk isinya:
daun bawang(1 btg) dan
sesuai dengan selera, bisa diisi
   - gurita
   - sosis
   - baso
   - keju
   - jamur
   - cumi
pilih aja salah satu diatas, tapi kalo daun bawangnya wajib :D

Cara membuat:
1. Kocok telur, campur dengan air kaldu
2. Campurkan terigu, bakig powder, garam. Aduk hingga rata.
3. Campurkan adonan terigu dengan telur yang telah dicampur air kaldu Aduk hingga rata dan agak cair.
4. Panaskan loyang takoyaki, beri minyak secukupnya.
5. Tuangkan adonan takoyaki kedalam loyang tersebut hingga penuh
6. Pada kondisi setengah matang, masukkan isi takoyaki (irisan daun bawang dan isi yang sesuai keinginan Anda tadi)
7. Bentuk adonan dalam loyang hingga berbentuk bulat
8. Angkat takoyaki yang telah berbentuk bulat
9. Sajikan dengan taburan ikan cakalang kering dan siraman saus tomat dan mayonaise di atasnya
10. Siap di santap selagi hangat

Yaa... itu takoyaki sederhana yang bisa dicoba dengan bahan yang ga begitu sulit didapat.
Selamat Mencoba ^_^


Friday, June 7, 2013

Aku Telah Dewasa - Izinkan Aku, Bu



Ibu
Aku tak pandai merangkai kata, hingga ia terdengar indah ditelingamu, bu
Aku pun tak pandai berlaku indah, hingga ia menyejukkan hatimu, bu
Ibu
Aku hanya seorang anak yang selalu menyusahkanmu
Selalu membantahmu
selalu menyakitkan hatimu
namun semuanya kau balas dengan kelembutan, kesabaran, dan keindahan tutur kata

ibu
kini aku telah dewasa bu
telah berani untuk mencoba menantang dunia
telah merasa siap dengan segala resiko diluaran yang tak kusadari sendiri seberapa besar resiko itu

tapi disini,
kau masih menggenggam tanganku, bu
masih menggenggam erat jemariku
masih memeluk dengan pelukan hangat kepadaku

ibu,
aku kini telah dewasa bu
izinkan aku
sedikit saja bu
izinkan aku untuk membalas begitu banyak kebaikan yang telah kau buat
aku tau kau kuat bu
aku tau kau mampu bu
tapi izinkan aku bu
izinkan aku menjadi seorang anak yang sholihah
yang berbakti kepadamu
membantu segala kesulitanmu
ceritakan padaku keluh kesahmu bu
ceritakan padaku

aku tak begitu pandai membaca raut datar wajahmu
aku pun tak begitu cerdas memahami tidurmu yang gusar
ceritakan padaku
biar aku dapat membantumu bu

izinkan aku
sedikit saja
untuk membantumu bu...

Monday, June 3, 2013

Laki-laki Vs Perempuan

Laki-laki dan perempuan, sama namun berbeda. Keduanya memiliki hak yang sama disisi Allah. Keduanya, sama-sama dijaga oleh Allah, dicukupi kebutuhannya oleh Allah. Yang membedakan keduanya adalah kadar ketaqwaannya kepada Allah. Yang membedakan keduanya adalah kadar kecintaannya kepada Dzat yang telah Menciptakan keduanya, yaitu Rabb Al Amin. Maha Besar Allah Yang telah Menciptakan manusia yang keseluruhannya tak ada yang sama 100%. Bahkan seseorang yang kembar identik sekalipun, memiliki 1 tanda fisik yang pasti berbeda, ia adalah sidik jari. Perbedaan itu indah, jika dapat disikapi dengan bijak.
Jika boleh diibaratkan laki-laki dan perempuan sebagai panci dan ember, maka ceritanya jadi seperti ini.
Ember [Perempuan] : “Enak yah kamu panci, kamu bisa membawa air yang awalnya dingin, lalu kamu panaskan tubuhmu, kemudian air ditubuhmu menjadi hangat bahkan mendidih. Hingga kamu bisa lebih bermanfaat buat banyak orang”
Panci [Laki-laki] : “Hmm... Iya sih tapi kamu juga enak kok, kamu kan ukurannya bisa jauh lebih besar dari ukuranku. Kamu bisa bawa banyak air, sedangkan aku.. yaa Cuma segini-gini aja”
Ember   : “Ngga panci, bisa membawa air banyak itu ngga sekeren yang kamu bayangin, itu biasa aja! Mungkin ga yah sekali-kali nanti aku coba jadi kamu, memanaskan tubuhku, agar air yang aku bawa menjadi mendidih dan  bisa di manfaatkan oleh pemilikku”
Panci     : “......????”
Mungkin ngga yaah si ember menjadi panci atau mungkinkah si panci menjadi ember?
Si ember memiliki fungsinya sendiri, begitupun si panci. Dia punya fungsi yang lain. Ember berfungsi untuk membawa air yang jumlahnya lebih banyak, sedangkan panci berfungsi untuk memasak, memanaskan masakan. Mungkinkah mereka bertukar posisi untuk merasakan indahnya menjadi diri orang lain? Padahal dirinya sendiri telah dirasakan manfaatnya, tanpa harus bertukar posisi yang nantinya malah akan jadi menghancurkan dirinya sendiri.
Laki-laki dan perempuan memiliki fungsi/peran yang berbeda. Seorang laki-laki dia wajib menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Maka jangan heran jika ia menjadi seorang yang pekerja keras dan ulet, untuk menghidupi keluarganya.
Lantas, bagaimana dengan seorang perempuan? Haruskah ia hanya diam dirumah saja?
Pertanyaannya, seharusnya tidak dimulai dari sana. Tetapi tanyakan, apa peran seorang perempuan?
 Peran seorang perempuan adalah menyiapkan generasi manusia selanjutnya agar menjadi orang yang lebih baik lagi. Yang tidak menjadi perusak atau bagian dari masalah, tetapi menjadi bagian dari solusi. Menyiapkan anaknya, lingkungan sekitarnya agar menjadi solusi dari permasalahan yang ada. Menjadi seorang ibu yang totalitas dalam mendidik anaknya, berarti menyiapkan dunia yang lebih baik kedepannya. Itulah mengapa, pendidikan tidak hanya penting bagi laki-laki, tetapi juga penting untuk perempuan.  Namun, hal ini bukan berarti perempuan tidak boleh bekerja. Boleh saja, hanya kadar dan prioritasnya harus jelas. Jika memang seorang perempuan, katakanlah seorang istri itu diharuskan bekerja itu karena untuk menutupi kebutuhan hidup, yaa mengapa tidak untu membantu suaminya bekerja. Namun, sekali lagi, ia harus tetap memrioritaskan peran utamanya di rumah.
Fungsi dan peran seorang perempuan telah jelas. Fungsi dan peran seorang laki-laki juga telah jelas. Masih perlukah kesetaraan antara keduanya?