Tanggung jawab bagiku bukanlah sesuatu yang ringan, yang mudah untuk dipikul atau apabila terlalu berat bisa untukku bagi dengan teman-temanku. Bagiku, tanggungjawab ada sebuah benda pusaka penuh kehormatan, yang dapat membuat wajahku semakin bersinar atau tercoreng penuh arang dimata Allah maupun manusia. Bukanlah aku ingin mendapat puji dari manusia(karena apalah arti puji dari seseorang yang tak mengenal kita secara dekat), akan tetapi bila ku dapat menyelesaikan apa yang aku mulai dengan penuh tanggung jawab, maka aku tak perlu dengan wajah tertunduk aku menemui Rabbku..
Terkadang terasa sangat berat memikul amanah ini sendirian, memikul beban-beban amanah yang mungkin seharusnya bukan aku yang memikulnya, melainkan teman-temanku, tetapi Allah Maha Mengetahui kadar kekuatan dan kepercayaan hamba-Nya pada diri-Nya, maka Dia berikan amanah-amanah yang pada awalnya tak ku inginkan ini pada diriku.
Izinkan aku membagi amanah ini..
Atau setidaknya, bantu dengan menguatkanku, menopang kakiku yang rapuh, menyapu air mataku..
Aku tahu batas akhir amanah ini hanya tinggal satu bulan lagi, tetapi aku merasa sangat dzalim pada diriku dan orang-orang yang telah memercayakan amanah ini padaku. Karena belum ada yang aku berikan secara maksimal dari amanah yang telah aku ambil tanggung jawabnya ini. Aku tak sanggup menampakkan wajahku pada Rabb, ketika nanti aku ditanya tentang apa yang telah ku perbuat/ ku berikan melalui amanah ini. Ya Allah, ampunilah dosa hamba-Mu yang dzalim ini :'(
Selesaikan apa yang kamu mulai..
Selesaikan apa yang kamu mulai..
Selesaikan apa yang kamu mulai..
Allahumma ana, biarlah hati ini berprasangka buruk tentang apapun, tapi yang boleh ku percaya hanya satu..
Wahuwa ma'akum 'ainama kuntum..Allah selalu bersama kamu, dimanapun kamu berada..
No Fear to others... My Fear is just to Allah..
Sunday, October 16, 2011
Thursday, October 6, 2011
Belajar dari Seekor Raja Hutan
Bismillaah...
Ambil contohlah saya, saya seorang mahasiswa yang ga cuma KUPU-KUPU, tapi juga KURA-KURA dan LABA-LABA, oya saya juga termasuk ke dalam golongan yang KUTU. (*yupp buat yang sedang/pernah jadi mahasiswa pasti tau maksudnya.. : D). Dari mulai rutinitas perkuliahan, kemudian rapat/syuro, nonkrong di masjid, dan clubing di lab.. semuanya saya lakukan. Tapi semua kegiatan itu tidak menjamin produktifitas dari kesibukan saya, baik yang di perkuliahan, lab, maupun organisasi lainnya. Lantas apa dong yang bisa bikin, kita sibuk..tapi kita juga produktif ! Apa hayoo??
Kita tahu, singa adalah raja hutan. Sebagai seekor raja, singa tidak mendapatkan title itu secara cuma-cuma. KENAPAA?? Karena ada banyak pelajaran tingkah laku/kebiasaan yang bisa diambil dari kehidupan si singa. Ketika singa sedang lapar, kemudian menemukan seekor mangsa dihadapannya, si singa akan sangat fokus pada targetnya itu. Sangat fokus sampai-sampai dia lupa buat mencukur jenggotnya yang sudah tubuh begitu lebatnya. (*hehe OOT :D) Dengan target yang ada di hadapannya, tak ada satupun yang dapat menghilangkan kefokusannya atas targetnya itu, biarpun ada singa betina yang tiba-tiba lewat atau ada tiba-tiba terdengar lagu Ayu Ting-Ting "Dimana-dimana??", Insya Allah tidak akan merusak konsentrasinya kepada sang target.
Nah begitupun seharusnya kita sebagai mahasiswa yang seharusnya sudah punya target masing-masing, akan seperti apa kita kedepannya. Misalkan yang kuliah di Teknik, ketika lulus ingin jadi Insinyur, atau yang sekolah di pesantren ketika lulus ingin jadi pak Ustadz, atau yang kuliah di teknik tapi pas lulus ingin kerja di Kebun Binatang dan organisasi lingkungan(*yang ini ga nyambung, tapi orangnya ada loh yang berkeinginan seperti itu). Kita mesti fokus dengan apa yang kita tuju. Kamu tuju A yang berjalanlah ke arah A. Kamu ingin ke B yang carilah jalan-jalan menuju ke arah B. Jangan malah sekadar ikut arus. Tidak memiliki pegangan dan prinsip yang kuat, jadi mudah terbawa arus yang sedang hot. Misal: saat ini lagi booming Android terus kamu kepingin ganti judul TA/PA jadi yang ada kaitannya dengan Android, padahal sebelumnya kamu sudah ada judul dan udah seminar.(*maaf yang ini hanya untuk yang sudah cukup umur). Ga banget kan..
Jadi kalau menurut saya, kita mesti kuatkan apa yang ingin kita tuju. Jangan biarkan noise-noise dari luar menghalangi tercapainya tujuan kita. Oke! :)
-GMA-^^
-Aku ingin terbebas dari belunggu kesibukan, yang hanya dengan satu kata "SIBUK" itu saja, sudah dapat membuatku terpenjara sebelum aku terpenjara oleh kesibukan yang sebenarnya-Menurut saya setiap orang memiliki kesibukan masing-masing. Baik kesibukan itu positif maupun negatif, asalkan kegiatan itu cukup menyita waktu orang tersebut, maka sudah dapat diambil kesimpulan bahwa, "Orang itu lagi sibuk." Lantas apa iya dengan kesibukan yang seseorang lakukan itu dapat menambah nilai manfaat, baik untuk dirinya ataupun untuk orang lain? Saya belum yakin akan hal itu. Karena dari hasil pengamatan saya(*gaya beud), tidak semua orang yang sibuk itu benar-benar menikmati buah dari kesibukannya itu dengan senyuman penuh kebahagiaan dan kepuasaan diakhir kesibukannya.
Ambil contohlah saya, saya seorang mahasiswa yang ga cuma KUPU-KUPU, tapi juga KURA-KURA dan LABA-LABA, oya saya juga termasuk ke dalam golongan yang KUTU. (*yupp buat yang sedang/pernah jadi mahasiswa pasti tau maksudnya.. : D). Dari mulai rutinitas perkuliahan, kemudian rapat/syuro, nonkrong di masjid, dan clubing di lab.. semuanya saya lakukan. Tapi semua kegiatan itu tidak menjamin produktifitas dari kesibukan saya, baik yang di perkuliahan, lab, maupun organisasi lainnya. Lantas apa dong yang bisa bikin, kita sibuk..tapi kita juga produktif ! Apa hayoo??
"Tetapkan target sebelum melakukan sesuatu."Analogi yang bisa saya sampaikan seperti ini(*gayanya Zakky--calon pemimpin besar masa depan)
Kita tahu, singa adalah raja hutan. Sebagai seekor raja, singa tidak mendapatkan title itu secara cuma-cuma. KENAPAA?? Karena ada banyak pelajaran tingkah laku/kebiasaan yang bisa diambil dari kehidupan si singa. Ketika singa sedang lapar, kemudian menemukan seekor mangsa dihadapannya, si singa akan sangat fokus pada targetnya itu. Sangat fokus sampai-sampai dia lupa buat mencukur jenggotnya yang sudah tubuh begitu lebatnya. (*hehe OOT :D) Dengan target yang ada di hadapannya, tak ada satupun yang dapat menghilangkan kefokusannya atas targetnya itu, biarpun ada singa betina yang tiba-tiba lewat atau ada tiba-tiba terdengar lagu Ayu Ting-Ting "Dimana-dimana??", Insya Allah tidak akan merusak konsentrasinya kepada sang target.
Nah begitupun seharusnya kita sebagai mahasiswa yang seharusnya sudah punya target masing-masing, akan seperti apa kita kedepannya. Misalkan yang kuliah di Teknik, ketika lulus ingin jadi Insinyur, atau yang sekolah di pesantren ketika lulus ingin jadi pak Ustadz, atau yang kuliah di teknik tapi pas lulus ingin kerja di Kebun Binatang dan organisasi lingkungan(*yang ini ga nyambung, tapi orangnya ada loh yang berkeinginan seperti itu). Kita mesti fokus dengan apa yang kita tuju. Kamu tuju A yang berjalanlah ke arah A. Kamu ingin ke B yang carilah jalan-jalan menuju ke arah B. Jangan malah sekadar ikut arus. Tidak memiliki pegangan dan prinsip yang kuat, jadi mudah terbawa arus yang sedang hot. Misal: saat ini lagi booming Android terus kamu kepingin ganti judul TA/PA jadi yang ada kaitannya dengan Android, padahal sebelumnya kamu sudah ada judul dan udah seminar.(*maaf yang ini hanya untuk yang sudah cukup umur). Ga banget kan..
Jadi kalau menurut saya, kita mesti kuatkan apa yang ingin kita tuju. Jangan biarkan noise-noise dari luar menghalangi tercapainya tujuan kita. Oke! :)
-GMA-^^
Friday, September 30, 2011
Indahnya Berbagi...
Indahnya berbagi hikmah, hanya bisa dirasakan oleh orang yang menceritakan hikmah kepada orang lain dengan ikhlas..
Indahnya berbagi ilmu, hanya bisa dirasakan oleh orang yang membagikan ilmunya kepada orang lain dengan ikhlas..
Indahnya bersedekah, hanya bisa dirasakan oleh orang yang bersyukur karena Allah..
Indahnya berbagi, hanya bisa dirasakan oleh orang yang merasa bersyukur dengan kesempatan yang Allah berikan bahwa masih ada orang yang mau menerima hal-hal yang sedikit dari kita.. Dengan yang sedikit itu pun, terkadang orang yang diberi oleh kita masih mengucap kata terima kasih..
Padahal, seharusnya orang yang memberikan itulah yang berterima kasih.. KENAPAAA??
1. Karena dengan berbagi akan membuat Allah semakin sayang sama kita
2. Karena akan membuat kita lebih bersyukur lagi atas segala apa yang Allah beri ke kita
3. Karena dengan berbagi, maka Allah cukupkan nikmat untuk kita
4. Karena akan ada suatu masa, orang-orang tak ada lagi yang mau menerima sedekah..(*udah pada kaya)
5. Karena dengan berbagi, dunia jadi lebih indaahhh ^^
Yah.. itulah sepenggal kata yang dapat jariku ketikkan untuk memaknai satu kata "berbagi".
Semoga bermanfaat :)
Indahnya berbagi ilmu, hanya bisa dirasakan oleh orang yang membagikan ilmunya kepada orang lain dengan ikhlas..
Indahnya bersedekah, hanya bisa dirasakan oleh orang yang bersyukur karena Allah..
Indahnya berbagi, hanya bisa dirasakan oleh orang yang merasa bersyukur dengan kesempatan yang Allah berikan bahwa masih ada orang yang mau menerima hal-hal yang sedikit dari kita.. Dengan yang sedikit itu pun, terkadang orang yang diberi oleh kita masih mengucap kata terima kasih..
Padahal, seharusnya orang yang memberikan itulah yang berterima kasih.. KENAPAAA??
1. Karena dengan berbagi akan membuat Allah semakin sayang sama kita
2. Karena akan membuat kita lebih bersyukur lagi atas segala apa yang Allah beri ke kita
3. Karena dengan berbagi, maka Allah cukupkan nikmat untuk kita
4. Karena akan ada suatu masa, orang-orang tak ada lagi yang mau menerima sedekah..(*udah pada kaya)
5. Karena dengan berbagi, dunia jadi lebih indaahhh ^^
Yah.. itulah sepenggal kata yang dapat jariku ketikkan untuk memaknai satu kata "berbagi".
Semoga bermanfaat :)
Wednesday, September 21, 2011
Haiii, Kamu.. Gimana Kabarnya??
Bagaimana kabar iman dan islam hari ini?? :)
Bismillah ... semoga Allah memudahkan tiap langkahku dalam menggapai cita-citaku.. dan menghitung tiap langkahku sebagai ibadah..^^
--Ms. Adesta--
di sudut kamar
Insya Allah, dalam keadaan baik dengan nikmat iman dan islam yang tak sedang futur(jatuh).. Aamiin...
Akhir-akhir ini mahasiswa D3 IT Telkom sedang gencar-gencarnya menyuarakan..
"eh, lo udah dapet tema PA belum?" atau "eh, udah dapet dosen pembimbing? siapa dosen pembimbing lo?" atau "ahh.. tadi udah ke dosen pembimbing, tapi malah tambah bingung mau bikin PA apa.. mana ide ditolak, di kasih judul, tapi susah banget T.T" atau dll....
yah... memang sudah tahun terakhir. Itulah tantangannya jadi mahasiswa di tahun terakhir, berkutat dengan PA/TA. Dan aku pun sama seperti mereka, berusaha untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang kudapat di institusi ini.
Terkadang memang sulit untuk mendapatkan ide, baik tema amupun judul. Sebaiknya yang sesuai dengan meinat.. biar lebih mudah mengerjakannya. Misal, temanku yang memiliki minat di bidang robotik. Walaupun dia mahasiswa D3 Teknik Telekomunikasi, tetapi kalau minatnya di bidang robotik, yaa lakukan sesuatu sesuai minat. Jadi PA dia, berkaitan dengan robot. Amazing...!!!
Berbeda orang, berbeda minat dan bakat. Aku yang memang sebenarnya dari dahulu lebih menyenangi alam dan bidang lingkungan serta hewan. Jelas agak sedikit bertentangan dengan studiku selama 2 tahun lebih ini. Tapi apalah guna mata bila tak dapat melihat, apa guna telinga bila tak dapat mendengar, dan apa guna hati dan otak bila tak dapat memaksa the whole of my body to make something that usefull to environment. :D
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, jika kaum itu tidak mengubah keadaan mereka sendiri" (QS. Ar Ra'd: 11)
Bismillah ... semoga Allah memudahkan tiap langkahku dalam menggapai cita-citaku.. dan menghitung tiap langkahku sebagai ibadah..^^
--Ms. Adesta--
di sudut kamar
Saturday, August 27, 2011
Percakapan Rasulullah dengan Iblis
semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya ^^,
DIALOG NABI MUHAMMAD SAW DENGAN IBLIS
Di bawah ini ada hal-hal yang perlu diketahui oleh setiap Muslim tentang perilaku Iblis, tipudayanya, kelicikannya, dan segala keburukan yang bisa jadi akan ditimpakan kepada kita. Mudah-mudahan berguna sebagai pedoman hidup. Insya Allah.
Dialog Nabi Saw dengan Iblis Laknatullah
Ketika kami sedang bersama Rasulullah Saw di kediaman salah seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu rumah. Kemudian terdengar suara orang dari luar rumah:
(Iblis Laknatullah): Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku. Aku akan menyampaikan banyak hal kepada kalian.
(Nabi Saw): Itu Iblis laknatullah. Laknat Allah bersamanya.
Mengetahui bahwa itu Iblis, Umar ingin membunuhnya.
(Nabi Saw): Sabar, wahai Umar. Bukankah engkau mengetahui bahwa Allah memberinya kesempatan (bertobat atau sesat) hingga hari kiamat? Bukakan pintu untuknya. Aku telah mengetahui bahwa ia telah diperintahkan oleh Allah untuk datang ke sini. Fahamilah apa yang hendak ia katakan. Dengarkan dengan seksama.
Pintu lalu dibuka oleh Ibnu Abbas Ra. Seorang kakek cacat satu mata berdiri di sana. Janggutnya hanya 7 helai, mirip rambut kuda. Bertaring, mirip taring babi. Bibirnya seperti bibir sapi.
(Iblis Laknatullah): Salam untukmu Muhammad. Salam untuk yang hadir.
(Nabi Saw): Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?
(Iblis Laknatullah): Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.
(Nabi Saw): Siapa yang memaksamu?
(Iblis Laknatullah): Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata kepadaku:
“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad, merendahkan dirimu, sambil memberitahu kepadanya caramu menggoda manusia. Jawab dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, jika berdusta satu kali saja, maka Allah membuat dirimu menjadi debu yang ditiup angin.”
Sekarang aku ada di hadapanmu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sebuah kemalanganpun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.
Orang Yang Dibenci Iblis
(Nabi Saw): Kalau kau benar jujur, manusia mana yang paling kau benci?
(Iblis Laknatullah): Kamu, kamu dan orang sepertimu (sambil menunjuk Nabi Saw dan shahabat) adalah mahkluk Allah yang paling kubenci.
(Nabi Saw): Siapa selanjutnya?
(Iblis Laknatullah): Pemuda bertakwa yang mengabdikan dirinya kepada Allah SWT.
(Nabi Saw): Siapa lagi?
(Iblis Laknatullah): Orang Alim (ilmuan) lagi wara’ (loyal kepada ajaran Islam).
(Nabi Saw): Siapa lagi?
(Iblis Laknatullah): Orang yang selalu bersuci (jiwa dan tubuhnya).
(Nabi Saw): Siapa lagi?
(Iblis Laknatullah): Seorang fakir sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.
(Nabi Saw): Apa tanda kesabarannya?
(Iblis Laknatullah): Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, maka Allah SWT memberikan pahala kepadanya.
(Nabi Saw): Selanjutnya siapa lagi?
(Iblis Laknatullah): Orang kaya yang bersyukur.
(Nabi Saw): Apa tanda-tanda kesyukurannya?
(Iblis Laknatullah): Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya (yang halal), dan mengeluarkannya (dengan rela dan ikhlas) juga dari tempatnya.
(Nabi Saw): Menurutmu, seperti apa Abu Bakar?
(Iblis Laknatullah): Ia tidak pernah mau menuruti ajakanku pada masa jahiliyah, apalagi ketika sudah masuk Islam.
(Nabi Saw): Kalau Umar bin Khattab?
(Iblis Laknatullah): Demi Allah, setiap berjumpa dengannya aku takut sekali. Aku pasti kabur menghindarinya.
(Nabi Saw): Bagaimana dengan Usman bin Affan?
(Iblis Laknatullah): Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.
(Nabi Saw): Ali bin Abi Thalib?
(Iblis Laknatullah): Aku berharap kepalaku selamat (tidak lepas), menghindarinya, dan ia mau melepaskanku. Tetapi ia tidak mau melakukannya.(Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT).
Amalan yang Menyakiti Iblis
(Nabi Saw): Apa yang kau rasakan ketika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?
(Iblis Laknatullah): Aku merasa panas dingin dan gemetar.
(Nabi Saw): Kenapa?
(Iblis Laknatullah): Setiap hamba bersujud sekali kepada Allah, Allah meninggikan derajatnya satu tingkat.
(Nabi Saw): Jika seorang umatku shaum?
(Iblis Laknatullah): Tubuhku terasa terikat erat sampai ia berbuka.
(Nabi Saw): Jika ia berhaji?
(Iblis Laknatullah): Aku seperti orang gila.
(Nabi Saw): Jika ia membaca Al Qur’aan?
(Iblis Laknatullah): Aku merasa meleleh laksana timah yang dibakar di atas api.
(Nabi Saw): Jika ia bersedekah?
(Iblis Laknatullah): Orang tersebut seperti membelah tubuhku dengan gergaji.
(Nabi Saw): Mengapa bisa begitu?
(Iblis Laknatullah): Dalam sedekah itu ada 4 keuntungan baginya: (1) keberkahan pada hartanya, (2) hidupnya disukai (banyak orang), (3) sedekah itu kelak menjadi hijab dirinya dengan api neraka, dan (4) segala musibah terhalau dari dirinya.
(Nabi Saw): Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?
(Iblis Laknatullah): Suara ringkikkan dan derap kaki kuda ketika perang jihad di jalan Allah.
(Nabi Saw): Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?
(Iblis Laknatullah): Taubat orang yang bertaubat.
(Nabi Saw): Apa yang dapat membakar hatimu?
(Iblis Laknatullah): Istighfar yang dilantunkan siang dan malam.
(Nabi Saw): Apa yang dapat mencoreng wajahmu?
(Iblis Laknatullah): Sedekah yang dilakukan diam–diam.
(Nabi Saw): Apa yang dapat menusuk matamu?
(Iblis Laknatullah): Shalat fajar (Shubuh).
(Nabi Saw): Apa yang dapat memukul keras kepalamu?
(Iblis Laknatullah): Shalat berjamaah.
(Nabi Saw): Apa yang paling mengganggu fikiranmu?
(Iblis Laknatullah): Majelis (bertemunya) para ulama (merembukkan suatu kebaikan).
Kebiasaan Hidup dan yang Menjadi Teman Iblis
(Nabi Saw): Bagaimana cara makanmu?
(Iblis Laknatullah): Dengan jari-jari tangan kiriku.
(Nabi Saw): Di manakah kau menaungi anak–anakmu pada musim panas?
(Iblis Laknatullah): Di bawah kuku manusia yang kotor.
(Nabi Saw): Siapa temanmu?
(Iblis Laknatullah): Pemakan riba.
(Nabi Saw): Siapa sahabatmu?
(Iblis Laknatullah): Pezina.
(Nabi Saw): Siapa teman tidurmu?
(Iblis Laknatullah): Pemabuk.
(Nabi Saw): Siapa tamumu?
(Iblis Laknatullah): Pencuri.
(Nabi Saw): Siapa utusanmu?
(Iblis Laknatullah): Tukang sihir.
(Nabi Saw): Apa yang membuatmu gembira?
(Iblis Laknatullah): Orang yang bersumpah palsu dan perceraian (suami istri).
(Nabi Saw): Siapa kekasihmu?
(Iblis Laknatullah): Orang yang meninggalkan shalat Jum’at.
(Nabi Saw): Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?
(Iblis Laknatullah): Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.
Orang Ikhlas Membuat Iblis Tak Berdaya
(Rasulullah Saw lalu bersabda): Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.
(Iblis Laknatullah segera menimpali): Tidak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari kiamat. Bagaimana kalian bisa bahagia, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tidak melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari kiamat, aku akan menyesatkan mereka. Yang bodoh, yang pintar, yang bisa membaca dan yang buta huruf, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.
(Nabi Saw): Siapa orang yang ikhlas menurutmu?
(Iblis Laknatullah): Tidakkah kau tahu wahai Muhammad bahwa siapa saja yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak suka dinar dan dirham, tidak suka pujian sanjungan, aku bisa pastikan ia orang ikhlas. Maka aku akan meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta, sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, boleh jadi ia nantinya sangat patuh padaku.
Iblis Dibantu 70.000 Anaknya Plus Para Syaithan dan Caranya Menggoda
(Iblis Laknatullah): Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku punya 70.000 anak. Setiap anak dibatu 70.000 syaithan. Sebagian aku tugaskan mengganggu ulama. Sebagian menggangu anak muda. Sebagian menganggu orang tua. Sebagian menggangu wanta tua. Sebagian anakku kutugaskan kepada para zuhud (yang mencintai akhirat daripada dunia).
Ada anakku yang suka mengencingi telinga manusia yang menyebabkan orang itu tertidur pada shalat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
Ada anakku yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama. Mereka lalu tertidur dan pahalanya terhapus.
Ada anakku yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan, kemudian ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap wanita yang berjalan di luar rumah, anakku dan syaithan pendampingnya duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar orang-orang memandanginya. Syaithan berkata kepada perempuan itu agar mengulurkan tangannya. Perempuan itu mengeluarkan tangannya, lalu syaithan menghiasi kukunya.
Anak–anakku meyusup dan berubah bentuk dari satu kondisi ke kondisi lain, dari satu pintu ke pintu lainnya, untuk menggoda manusia sampai mereka terhempas dari rasa ikhlas mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa keikhlasan, namun mereka tidak merasa. Tahukah kamu, Muhammad, bahwa ada seorang rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh dari penyakitnya seketika. Tetapi aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”
Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku? Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Siapa saja yang bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad, aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar–benar menasihatinya? Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gossip) dan Namimah (adu domba) adalah kesenanganku. Kesaksian palsu adalah kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa, walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab siapa saja yang membiasakan dengan kata–kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat, maka semua anak–anaknya itu adalah anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kata itu: Cerai.
Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur waktu shalatnya. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya bahwa waktu masih panjang, kamu masih sibuk. Lalu ia manundanya sampai akhirnya ia melaksanakan shalat di luar waktu. Shalatnya itu akan dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, kubiarkan ia shalat. Namun kubisikkan ke telinganya: ‘lihat kiri dan kananmu’, iapun menoleh. Kuusap pula dengan tanganku dan kucium keningnya seraya membisikkan ket telinganya: ’shalatmu tidak sah’ Bukankah kamu tahu Muhammad, bahwa orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul mukanya nanti. Jika ia shalat sendirian, kusuruh dia bergegas. Shalatnya pun seperti ayam yang mematuk beras.
Jika ia berhasil mengalahkanku lalu ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam melakukannya. Kamu tahu bahwa melakukan hal seperti itu bisa membatalkan shalatnya dan kelak wajahnya akan diubah menjadi wajah keledai?
Jika ia berhasil mengalahkanku, kutiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya, syaithan akan masuk ke dalam dirinya. Di dalam sana akan kubuat ia bertambah serakah dan gila dunia. Ini akan membuat dirinya semakin taat kepadaku.
Kebahagiaan apa yang engkau dapatkan, sementara aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat.Kukatakan padaknya: ‘kamu tidak wajib shalat. Shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak perlu sholat. Jika kehidupanmu telah berubah baru kamu wajib shalat’. Jika ini terjadi, ia mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat, maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad, demi yang menciptakanku jika aku berdusta maka Allah akan menjadikan aku debu. Bagaimana mungkin engkau bisa bergembira dan bangga dengan umatmu sementara seperenam dari mereka kukeluarkan dari islam?
Sepuluh Permintaan Iblis kepada Allah SWT
Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?
Ada 10 macam.
Apa saja itu?
Pertama
Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka. (Tetapi) tidaklah janji setan kecuali itu semua tipuannya” (QS Al-Isra :64)
Aku akan makan dari harta yang tidak dizakatkan. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Kumakan juga dari makanan yang tidak dibacakan atas nama Allah.
Kedua
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan (bersetubuh) dengan istrinya tanpa berlindung kepada Allah. Setan akan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
Ketiga
Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan yang berjalan bukan untuk tujuan yang halal.
Keempat
Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
Kelima
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
Keenam
Aku minta agar Allah menjadikan syair (dari penyair) sebagai Qur’aanku.
Ketujuh
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Kedelapan
Aku minta agar Allah memberikanku saudara, yaitu orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat. Allah berfirman,
“Orang -orang boros adalah saudara–saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).
Kesembilan
Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku (dengan seizing Allah SWT, hanya sebagian saja di antara mereka yang bisa melihatku).
Kesepuluh
Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan kemampuan tersebut hingga hari kiamat.
Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.
Penutup
Iblis berkata: “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang. Aku hanya bisa membisikkan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun! Sebagaimana dirimu, kamu tidak dapat memberi hidayah sedikitpun. Engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Bahkan engkau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara hidupnya.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Sementara orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya. Rasulullah Saw lalu membaca ayat:
“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati Allah” (QS Hud :118 – 119)
“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)
Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan tinta pena telah lama kering. Mahasuci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka jahanam. Aku ini si celaka yang terusir. Inilah yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.
Rujukan
Sumber hadits diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal r.a., dari Ibnu Abbas r.a.
Judul Asli: Syajaratul Kaun dan Hikayah Iblis. Risalah Muhyiddin Ibnu al-’Arabi [Mesir: Mushthafa al-Babi al-Halabi wa Auladuh, 1360/1941].
Translated By: Wasmukan, Penerbit Risalah Gusti /Cetakan II, Mei 2001.
maaf websitenya ga ditulis lupa di copy
Subscribe to:
Posts (Atom)



