Friday, June 13, 2014

Selamat! Anda memasuki semester spesial


Siang itu cukup sejuk belajar di saung kampus dibawah pohon nan rindang bersama dengan teman-teman yang masih semangat mengerjakan soal-soal UAS Antena semester-semester lalu. Ditengah ramainya diskusi menyelesaikan suatu soal yang cukup rumit, akhirnya ada salah seorang teman yang nyeletuk kata-kata di pict diatas. Seketika teman-teman yang lain terdiam, kemudian tertawa sejadi-jadinya (termasuk aku yang tertawa paling lama.. karena merasa kata-katanya ada benarnya juga) hehehehe....

"SELAMAT!!! Anda memasuki semester dimana Anda MENYERAH, dan ingin menikah saja" 

hahaha :v

Thursday, April 3, 2014

mungkin rasa ini hanya dapat aku yang rasa
bahagia..
Allah Kabulkan pintaku..

Aku yakin dengan kata cinta-Nya untuk hamba-Nya

"Aku adalah sebagaimana prasangka hambaku kepadaku, dan Aku bersamanya ketika dia mengingatku, dan jika hambaku mengingatku dalam sendirian, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku sendiri, dan jika dia mengingatku di dalam sebuah kelompok/jama’ah, (maka) Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dari kelompok tersebut, dan jika dia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta, dan jika dia mendekat kepadaku sehasta, Aku mendekat kepadanya satu depa, dan jika dia mendatangiku dengan berjalan, Aku mendatanginya dengan berjalan cepat’" (HR. Imam Bukhari)

:)

Selama ini aku coba usahakan sendiri
aku berusaha semampu yang aku bisa
tapi ternyata aku tak mampu

saat aku serahkan semua kembali pada-Nya
memohon petunjuk-Nya
maka cahaya itu tertampak
terlihat jelas menuntunku menuju jalan-Nya

terimakasih telah mau merubah sedikit sikapmu

tapi itu sangat berarti untukku

disini aku akan menunggu
disini aku akan berharap
disini aku akan berusaha

untuk segala yang lebih baik

tetaplah seperti itu
walau sedikit berbeda
tapi aku senang dengan itu

hargai aku, layaknya kau hargai mereka

terimakasih untuk semuanya
kita benahi semua.. semuanya :)

Tuesday, March 11, 2014

Jejak langkah terhenti sesaat disini
dikota yang mereka sebut, Kota Perjuangan

Namun tatapan masih melayang jauh ke beberapa tahun lalu
saat dua hati terbelah yang satu hancur, yang satu tetap hidup dan bersemi hingga kini
Kadang lisan yang terucap, seperti bayangan yang tak jelas rupa aslinya
pun perbuatan tak beda adanya

bukan hanya dia, tapi aku pun jua
walau kadang saling meyakini, yang berlalu itu telah selesai
tapi jelas aku pun rasa, bahwa semuanya belum usai

Maaf seperti sebuah formalitas
Karena ia tak bisa termaafkan

Andai dapat ku putar waktu
Mungkin saat ini kita bagaikan sang pena yang menari indah diatas kertas
menceritakan dunia ini, hingga kenangan tak berlalu dan menghilang

Namun, tak ada yang bisa kuperbuat
pelana telah dipasang diatas tubuh kuda
aku sudah siap berlari
jika kau masih disana, silahkan kau tunggu
atau sinar itu biarkan pergi bersama kudaku


Friday, February 7, 2014

FTI Mengajar (Seri: Evaluasi)

Hari ini kembali ke kegiatan yang saya senangi. Mengajar. Ya, walaupun hanya sedikit ilmu, tapi jika yang sedikit itu yang dapat memberikan manfaat, kenapa tidak?
Hari ini aku kembali mengajar kelas dua. Dua adik kecil yang sampai seusia mereka belum lancar membaca. Selalu ada hal yang menarik ketika mengajarkan sesuatu pada anak-anak. Perbedaan karakter yang mereka miliki, membuat saya tertarik untuk membuat mereka paham dengan apa yang saya ajarkan.
Tadi kami (Pengajar FTI Mengajar) melakukan evaluasi(semacam ulangan gitu) kepada siswa siswi yang kami pegang beberapa minggu kemarin. Yah, sebenarnya saya sedikit kecewa dengan kenyataan yang ada bahwa totally adik-adik yang saya ajarkan selama beberapa pertemuan yang lalu, lupa dengan materi yang pernah saya sampaikan. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya hal itu bukan 100% kesalahan mereka. Selain belajar, mereka juga harus bekerja, kawan. Dan masalah utamanya adalah pada habit mereka. Mereka terbiasa dengan hal-hal yang instan dan malas. Instan yang saya maksud adalah mereka biasa terima jadi. Misal gini, dikasih soal A, anak ini agak susah tuh ngerjainnya biasanya dia mencari jawaban yang "instan". Do you know what i mean? Yap benar, NYONTEK. Atau gampang aja nerima jawaban dari teman yang membisikan jawaban ke telinganya. Aku berusaha keras untuk merubah kebiasaan itu. Tapi kadang suka sering terpikir, kalo itu sulit karena hanya 1 pertemuan setiap minggu, sedangkan untuk mengubah habit itu butuh berminggu-minggu dan itu harus rutin dikerjakan.
No No No!
Sebagai seorang pengajar, kunci utama mendidik muridnya adalah dengan berpikir positif dan menunjukkan keteladanan. Percuma jadi guru yang berharap muridnya pandai kalo si guru selalu berpikir murid-muridnya bodoh. Itu kayak mindahin air pake ember yang banya lubangnya. Ga guna! Ga akan merubah apa-apa kecuali memperburuk keadaan.

Yang kedua, malas. Yap kata yang satu itu, andai ada kata yang lebih indah untuk menggambarkannyaa...... hmmm mungkin, kurang bersemangat! Yap benar, mereka kurang bersemangat dalam menangkap materi yang aku sampaikan. Dan aku berpikir, satu satunya cara ya hanya satu, mentransferkan energi semangat yang pengajar miliki agar mereka juga bersemangat! Itu adalah bagian dari memberikan contoh/ teladan yang baik kepada murid agar mudah menyerap apa yang ingin disampaikan oleh pengajar.

OOT(out of topic)
Kalau lagi ngajar gitu, jadi pingin cepet-cepet ngajar anak sendiri. Ingin menemani setiap langkah anak sendiri menuju cita-cita yang ia inginkan. Makanya latihan dari sekarang tentang karakter anak, dengan mengajar anak-anak yang bukan anak sendiri, tapi dianggap jadi anak sendiri. Biar apa yang disampaikan, disampaikannya pakai hati, biar sampai juga ke hati anak-anak itu.

Wednesday, January 1, 2014

Talk about: 4102 ISULOSER

Tahun baru identik dengan resolusi di tahun yang baru. Saya jadi teringat dengan masa tahun baru saya di tahun 2013 (yang tidak saya buatkan resolusi sama sekali), mengalir saja sepanjang tahun.
Bagi sebagian orang atau mungkin kebanyakan orang, resolusi itu penting. Katanya sih untuk membuat rancangan hidup, target-target yang harus dicapai selama 1 tahun kedepan. Well, I agree.
Ditahun ini, aku belum buat resolusi secara tertulis. Tapi beberapa dari impian itu, telah ada sebelum kebanyakan orang sibuk-sibuk menanyakan resolusi di awal tahun 2014 ini.
Dari mulai berbisnis hingga berumahtangga. Tapi apapun resolusi yang dibuat untuk menghadapi tahun ini, yang tetap harus dijaga adalah semangat, harapan, dan usaha untuk tetap menjalani segala peran dalam hidup yang kita lakoni. We are the main actor of our life. Jadi berikan yang terbaik, untuk setiap peran yang kita lakoni.
Yang jadi mahasiswa, jangan cukup jadi mahasiswa yang mondar-mandir kelas, kosan, sekre. Sibuk rapat ini itu. Tapi kalo manfaatnya cuma buat dirinya sendiri mah sama aja NOL. Harus bisa memberikan arti, dan menjadi agen mahasiswa yang baik dan menularkan kebaikan.
Yang jadi pekerja kantoran, jangan puas dengan gaji di rate yang tinggi dua atau tiga digit, punya mobil dan gadget baru. Percuma kalo manfaatnya hanya bisa dirasain sama dirinya sendiri. Ketika ia tiada, siapa yang peduli padanya, jika selama hidup saja ia hanya peduli pada dirinya sendiri.
Yang sudah berkeluarga.... (*ga tau dah, belum merambah ke kawasan sanah.. doakan saja secepatnyaahh) :D