Tuesday, July 2, 2013

Takoyaki Home Made by Adesta


Bahan-bahan:

175gr    Tepung Terigu
1sdt       Garam
1sdt       Baking Powder
2butir    Kuning Telur
1butir    telur (putih dan kuning telur)
350ml   air kaldu ayam (*atau bisa juga pakai air + kaldu bubuk yang dijual diwarung-warung)
ikan cakalang kering
minyak goreng
saus tomat dan mayonize

untuk isinya:
daun bawang(1 btg) dan
sesuai dengan selera, bisa diisi
   - gurita
   - sosis
   - baso
   - keju
   - jamur
   - cumi
pilih aja salah satu diatas, tapi kalo daun bawangnya wajib :D

Cara membuat:
1. Kocok telur, campur dengan air kaldu
2. Campurkan terigu, bakig powder, garam. Aduk hingga rata.
3. Campurkan adonan terigu dengan telur yang telah dicampur air kaldu Aduk hingga rata dan agak cair.
4. Panaskan loyang takoyaki, beri minyak secukupnya.
5. Tuangkan adonan takoyaki kedalam loyang tersebut hingga penuh
6. Pada kondisi setengah matang, masukkan isi takoyaki (irisan daun bawang dan isi yang sesuai keinginan Anda tadi)
7. Bentuk adonan dalam loyang hingga berbentuk bulat
8. Angkat takoyaki yang telah berbentuk bulat
9. Sajikan dengan taburan ikan cakalang kering dan siraman saus tomat dan mayonaise di atasnya
10. Siap di santap selagi hangat

Yaa... itu takoyaki sederhana yang bisa dicoba dengan bahan yang ga begitu sulit didapat.
Selamat Mencoba ^_^


Friday, June 7, 2013

Aku Telah Dewasa - Izinkan Aku, Bu



Ibu
Aku tak pandai merangkai kata, hingga ia terdengar indah ditelingamu, bu
Aku pun tak pandai berlaku indah, hingga ia menyejukkan hatimu, bu
Ibu
Aku hanya seorang anak yang selalu menyusahkanmu
Selalu membantahmu
selalu menyakitkan hatimu
namun semuanya kau balas dengan kelembutan, kesabaran, dan keindahan tutur kata

ibu
kini aku telah dewasa bu
telah berani untuk mencoba menantang dunia
telah merasa siap dengan segala resiko diluaran yang tak kusadari sendiri seberapa besar resiko itu

tapi disini,
kau masih menggenggam tanganku, bu
masih menggenggam erat jemariku
masih memeluk dengan pelukan hangat kepadaku

ibu,
aku kini telah dewasa bu
izinkan aku
sedikit saja bu
izinkan aku untuk membalas begitu banyak kebaikan yang telah kau buat
aku tau kau kuat bu
aku tau kau mampu bu
tapi izinkan aku bu
izinkan aku menjadi seorang anak yang sholihah
yang berbakti kepadamu
membantu segala kesulitanmu
ceritakan padaku keluh kesahmu bu
ceritakan padaku

aku tak begitu pandai membaca raut datar wajahmu
aku pun tak begitu cerdas memahami tidurmu yang gusar
ceritakan padaku
biar aku dapat membantumu bu

izinkan aku
sedikit saja
untuk membantumu bu...

Monday, June 3, 2013

Laki-laki Vs Perempuan

Laki-laki dan perempuan, sama namun berbeda. Keduanya memiliki hak yang sama disisi Allah. Keduanya, sama-sama dijaga oleh Allah, dicukupi kebutuhannya oleh Allah. Yang membedakan keduanya adalah kadar ketaqwaannya kepada Allah. Yang membedakan keduanya adalah kadar kecintaannya kepada Dzat yang telah Menciptakan keduanya, yaitu Rabb Al Amin. Maha Besar Allah Yang telah Menciptakan manusia yang keseluruhannya tak ada yang sama 100%. Bahkan seseorang yang kembar identik sekalipun, memiliki 1 tanda fisik yang pasti berbeda, ia adalah sidik jari. Perbedaan itu indah, jika dapat disikapi dengan bijak.
Jika boleh diibaratkan laki-laki dan perempuan sebagai panci dan ember, maka ceritanya jadi seperti ini.
Ember [Perempuan] : “Enak yah kamu panci, kamu bisa membawa air yang awalnya dingin, lalu kamu panaskan tubuhmu, kemudian air ditubuhmu menjadi hangat bahkan mendidih. Hingga kamu bisa lebih bermanfaat buat banyak orang”
Panci [Laki-laki] : “Hmm... Iya sih tapi kamu juga enak kok, kamu kan ukurannya bisa jauh lebih besar dari ukuranku. Kamu bisa bawa banyak air, sedangkan aku.. yaa Cuma segini-gini aja”
Ember   : “Ngga panci, bisa membawa air banyak itu ngga sekeren yang kamu bayangin, itu biasa aja! Mungkin ga yah sekali-kali nanti aku coba jadi kamu, memanaskan tubuhku, agar air yang aku bawa menjadi mendidih dan  bisa di manfaatkan oleh pemilikku”
Panci     : “......????”
Mungkin ngga yaah si ember menjadi panci atau mungkinkah si panci menjadi ember?
Si ember memiliki fungsinya sendiri, begitupun si panci. Dia punya fungsi yang lain. Ember berfungsi untuk membawa air yang jumlahnya lebih banyak, sedangkan panci berfungsi untuk memasak, memanaskan masakan. Mungkinkah mereka bertukar posisi untuk merasakan indahnya menjadi diri orang lain? Padahal dirinya sendiri telah dirasakan manfaatnya, tanpa harus bertukar posisi yang nantinya malah akan jadi menghancurkan dirinya sendiri.
Laki-laki dan perempuan memiliki fungsi/peran yang berbeda. Seorang laki-laki dia wajib menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Maka jangan heran jika ia menjadi seorang yang pekerja keras dan ulet, untuk menghidupi keluarganya.
Lantas, bagaimana dengan seorang perempuan? Haruskah ia hanya diam dirumah saja?
Pertanyaannya, seharusnya tidak dimulai dari sana. Tetapi tanyakan, apa peran seorang perempuan?
 Peran seorang perempuan adalah menyiapkan generasi manusia selanjutnya agar menjadi orang yang lebih baik lagi. Yang tidak menjadi perusak atau bagian dari masalah, tetapi menjadi bagian dari solusi. Menyiapkan anaknya, lingkungan sekitarnya agar menjadi solusi dari permasalahan yang ada. Menjadi seorang ibu yang totalitas dalam mendidik anaknya, berarti menyiapkan dunia yang lebih baik kedepannya. Itulah mengapa, pendidikan tidak hanya penting bagi laki-laki, tetapi juga penting untuk perempuan.  Namun, hal ini bukan berarti perempuan tidak boleh bekerja. Boleh saja, hanya kadar dan prioritasnya harus jelas. Jika memang seorang perempuan, katakanlah seorang istri itu diharuskan bekerja itu karena untuk menutupi kebutuhan hidup, yaa mengapa tidak untu membantu suaminya bekerja. Namun, sekali lagi, ia harus tetap memrioritaskan peran utamanya di rumah.
Fungsi dan peran seorang perempuan telah jelas. Fungsi dan peran seorang laki-laki juga telah jelas. Masih perlukah kesetaraan antara keduanya?

Wednesday, March 20, 2013

Terlambat



A: gw pasti bisa !
B : udah lewat woii.. masih aja ngarep
A: (baru sadar kalo tanggal yang dibaca di pengumuman sama yang di situs resminya beda) Ya Allah..... kok bisa salah liatt >.<

Kemudian A menahan tangis dalam hati, dalam hati yang terdalam..
Serahkan semuanya pada Allah, Allah Tahu yang terbaik, Kalo udah jodoh ga agak kemana.. 

Kalimat-kalimat itu sangat sangat sering saya dengar sekaligus saya ucapkan untuk menyemangati orang lain. Dan ternyata memang, itu ga mudah. Kamu tau, seseorang ga belum bisa disebut sebagai seorang mukmin kalo dia hidupnya masih lancar-lancar aja, masih ngalir gitu aja tanpa masalah. Maksudnya, dia boleh ngaku kalo dia adalah seorang mukmin, jika dan hanya jika dia udah diuji sama Allah, dan dia sabar, dan dia pasrah, dan dia yakin bahwa everything is undercontrol. Undercontrolnya siapa? Yaa Allah..
Sama kayak seorang mahasiswa yang ga boleh disebut sebagai seorang sarjana kalo dia belum melewatkan satu masa yang disebut tingkat akhir dan dia berhasil melewati jurang yang disebut jurang TA (Tugas Akhir). Well, kalo udah lewat kesana,, SELAMATT DATANG ke dunia yang baru. Yang lebih menantang. 

Sukses itu, ramuan antara Ketekunan, Kesabaran, dan Kecerdikan.