Aku berkutat dengan hal yang tak ku ketahui ujungnya
Berbelas kasih dengan hawa kota yang membuatku semakin tak berbelas kasih
Mempekerjakan tanganku untuk hal yang tak kusukai adanya
Menjadikan pembungkus tubuh bak sang raja yang harus dilayani dengan segala perhatian
Untaian frekuensi rendah dari mulut tak lagi mengena
Diam pun tak kan buat sang ratu tertidur
Bergerak pun hanya akan mengalihkan pikiran yang berkelebat dalam tempurung kepala yang kosong
Miris,
Kejayaanmu telah hancur
Kini kaki mulai menapak dari awal
Bagai menahan badak berbadan dua
ataupun menarik gajah berkaki seribu
langkahmu terasa lunglai tak berada
Dimana adanya indah senyuman sang kancil
menari-nari dalam lamunan yang tak lagi berwarna
Rasanya hanya hitam dan putih
Atau merah yang menyala itu ada tapi tertutupi dengan timbunan kemalasanmu
Kau bukan tak mampu
Hanya malas
Kau bukan tak mau
Hanya malas
Sudahlah ini hidup sang putri yang memimpikan sang pangeran
Padahal rembulan tak kan datang dengan kakinya
Kau harus meluncurkan kereta kudamu
Ia tak kan lari menghindar darimu
Sunday, November 24, 2013
Thursday, October 31, 2013
Mood Booster! *Yeaahh
Siang-siang lagi suntuk. Mau belajar buat UTS ntar malem tapi ga masuk-masuk.
Udah berasa bakal gagal aja ntar malem.
Akhirnya cari makan dulu, trus internet-an
Seperti biasa, alamat utama yang di cari si Mr. F******k trus tiba-tiba keingetan.
Hari ini masih bulan Oktober. Masih ada sesuatu yang ditunggu dari 1 bulan yang lalu..
trus buka salah satu situs pemerintah.. and...
Yes, This is It!
Mood Booster!
Alhamdulillaah... Thanks Allah...
http://kemenpora.go.id/pdf/NOMINATOR%20LOMBA%20CERPEN.pdf
Udah berasa bakal gagal aja ntar malem.
Akhirnya cari makan dulu, trus internet-an
Seperti biasa, alamat utama yang di cari si Mr. F******k trus tiba-tiba keingetan.
Hari ini masih bulan Oktober. Masih ada sesuatu yang ditunggu dari 1 bulan yang lalu..
trus buka salah satu situs pemerintah.. and...
Yes, This is It!
Mood Booster!
Alhamdulillaah... Thanks Allah...
http://kemenpora.go.id/pdf/NOMINATOR%20LOMBA%20CERPEN.pdf
Wednesday, October 30, 2013
Sebelum 22
1. Rajutan bros bunga dan kupu-kupu
2. Es Kelapa (#ifyouknowwhatimean)
3. Shaum Daud
4. Bank Sampah Bratang-Surabaya
H-28 !
You were born just to be real, not to be perfect!
2. Es Kelapa (#ifyouknowwhatimean)
3. Shaum Daud
4. Bank Sampah Bratang-Surabaya
H-28 !
You were born just to be real, not to be perfect!
How Can I Not Love You
Peringatan: Postingan ini mengandung unsur-unsur galau!
PLAY THE MUSIC:
Joy Enriquez-How Can I Not Love You
PLAY THE MUSIC:
Joy Enriquez-How Can I Not Love You
Cannot touch, Cannot hold, Cannot be together
Cannot love, Cannot kiss, Cannot love each other
Must be strong and we must let go
Cannot say what our hearts must know
Chorus:
How can I not love you
What do I tell my heart
When do I not want you here in my arms
How does one walks away
From all of the memories
How do I not miss you when you are gone
Cannot trip, Cannot share sweet and tender moments
Cannot feel how we feel, Must pretend it's over
Must be brave and we must go on, Must not say
Wat we no longer long
Chorus:
How can I not love you
What do I tell my heart
When do I not want you here in my arms
How does one walks away
From all of the memories
How do I not miss you when you are gone
How can I not love you
Bridge:
Must be brave and we must be strong
Cannot say what we no longer long
Chorus:
How can I not love you
What do I tell my heart
When do I not want you here in my arms
How does one walks away
From all of the memories
How do I not miss you when you are gone
How can I not love you
When you are gone
Saturday, October 26, 2013
Berhenti Memberi Uang Pada PENGEMIS
Fakir miskin != Pengemis (Fakir miskin tidak sama dengan pengemis)
Fakir miskin adalah mereka yang tetap berusaha bekerja dengan cara yang halal untuk mendapatkan rejeki (uang) dengan tidak meminta, sekalipun hasil yang didapatkan sangat sedikit. Sedangkan pengemis, mereka yang tak mau berusaha bekerja cenderung meminta-minta untuk mendapatkan uang.
Frequently Asking Question (FAQ):
A : Lho, beramal kok dilarang?
B : Bukan dilarang, tapi lebih baik beramal kepada yang lebih berhak
A : Tapi kan yang penting niatnya?
B : Niatnya memang bagus, tapi caranya yang salah
A : Apanya yang salah?
B : Jelas salah. Dengan memberi uang secara langsung kepada pengimis dijalan, itu berarti kita sudah mengajarkan kemalasan kepada mereka. Mengajarkan kalau mencari uang hanya harus meminta, tanpa perlu bekerja
A : Mengajarkan kemalasan? Kok bisa?
B : Mengajarkan kemalasan, karena pada dasarnya, mendapatkan uang itu perlu usaha. Coba perhatikan, berapa banyak pengemis yang berpikir: "Buat apa bekerja? Toh penghasilan dari mengemis saja sudah besar"? Itu gara-gara kita terlalu muda memberikan uang kepada pengemis...
A : Bagaimana dengan pengemis tua atau memiliki cacat fisik yang nampak nggak mampu lagi bekerja?
B : Banyak kok orang tua atau orang yang memiliki cacat fisik yang masih mau bekerja. Ini bukan soal usia. Bukan pula soal kekurangan fisik. Ini soal mau berusaha atau nggak...
A : Terus, bagaimana biar tetap bersedekah?
B : Lebih baik salurkan sedekah melalui lembaga-lembaga resmi dan terpercaya...
A : Tapi kan ribet ....
B : Kalo ngotot ingin bersedekah dijalan, lebih baik lakukan dengan membeli sesuatu dari pedagang kecil yang nampak nggak laku (bahkan meski kita nggak butuh barangnya). Anggap aja bukan beli barangnya, tapi kita menghargai usaha dan kerja kerasnya. Itu jauh lebih bermanfaat ketimbang ngasih duit ke pengemis yang mayoritasnya adalah pemalas yang cenderung menipu....
Sumber:
http://behance.vo.llnwd.net/profiles21/3106145/projects/11665283/a58323c80063233450c93c43dd7ba402.jpg
Fakir miskin adalah mereka yang tetap berusaha bekerja dengan cara yang halal untuk mendapatkan rejeki (uang) dengan tidak meminta, sekalipun hasil yang didapatkan sangat sedikit. Sedangkan pengemis, mereka yang tak mau berusaha bekerja cenderung meminta-minta untuk mendapatkan uang.
Frequently Asking Question (FAQ):
A : Lho, beramal kok dilarang?
B : Bukan dilarang, tapi lebih baik beramal kepada yang lebih berhak
A : Tapi kan yang penting niatnya?
B : Niatnya memang bagus, tapi caranya yang salah
A : Apanya yang salah?
B : Jelas salah. Dengan memberi uang secara langsung kepada pengimis dijalan, itu berarti kita sudah mengajarkan kemalasan kepada mereka. Mengajarkan kalau mencari uang hanya harus meminta, tanpa perlu bekerja
A : Mengajarkan kemalasan? Kok bisa?
B : Mengajarkan kemalasan, karena pada dasarnya, mendapatkan uang itu perlu usaha. Coba perhatikan, berapa banyak pengemis yang berpikir: "Buat apa bekerja? Toh penghasilan dari mengemis saja sudah besar"? Itu gara-gara kita terlalu muda memberikan uang kepada pengemis...
A : Bagaimana dengan pengemis tua atau memiliki cacat fisik yang nampak nggak mampu lagi bekerja?
B : Banyak kok orang tua atau orang yang memiliki cacat fisik yang masih mau bekerja. Ini bukan soal usia. Bukan pula soal kekurangan fisik. Ini soal mau berusaha atau nggak...
A : Terus, bagaimana biar tetap bersedekah?
B : Lebih baik salurkan sedekah melalui lembaga-lembaga resmi dan terpercaya...
A : Tapi kan ribet ....
B : Kalo ngotot ingin bersedekah dijalan, lebih baik lakukan dengan membeli sesuatu dari pedagang kecil yang nampak nggak laku (bahkan meski kita nggak butuh barangnya). Anggap aja bukan beli barangnya, tapi kita menghargai usaha dan kerja kerasnya. Itu jauh lebih bermanfaat ketimbang ngasih duit ke pengemis yang mayoritasnya adalah pemalas yang cenderung menipu....
Sumber:
http://behance.vo.llnwd.net/profiles21/3106145/projects/11665283/a58323c80063233450c93c43dd7ba402.jpg
Subscribe to:
Posts (Atom)
